Tahu apa yang menyedihkan tentang sebuah harapan?

Engkau menanggung bebanan harapan sekumpulan manusia; bukan seorang, bukan dua orang, tetapi sekumpulan yang bilangannya majmuk.

Engkau berusaha sedaya upaya hingga ke puncak, namun setibanya di puncak, harapan itu berkecai.

Dalam keadaan begitu, sungguh engkau tidak mampu melihat ke bawah kerna pancaran wajah2 mereka yang dihiasi cahaya harapan pasti menggoncang perasaan sebak.

Namun mereka memanggil dari kejauhan beserta harapan yang mereka tidak sedari telah pun hancur pada ketika ini.

Lalu, dengan berat engkau menoleh dan hanya mampu mengganguk dan melambai dengan senyuman dari kejauhan sebagai memberi tanda positif.

Setibanya di satu persinggahan, engkau mahu meraung namun berbilang pengalaman mengajarimu untuk lebih tabah dan meneruskan perjalanan tanpa perlu esak tangis lagi.

Benar, jiwa berdarah namun Tuhanmu lebih mengetahui.
Benar, jiwa merasa luluh dengan harapan yang disangkutkan namun percayalah Tuhanmu mengurus dan mencatat setiap satunya.

To the knee. Feel it and embrace it.

Dan kembali berjalan seperti biasa.

You are the fighter.

.

Stay Updated
Masukkan email untuk dapat notification sebaik sahaja ada post baru di journey.amalyyna.com
Worry not, we respect your privacy :)